Cara Mengatasi Anak Alergi Telur Parah

Cara Mengatasi Anak Alergi Telur Parah – Telur merupakan makanan yang kaya protein, namun ketika anak alergi terhadap telur, tubuhnya akan menolak dan sistem kekebalan tubuh akan beraksi secara berlebihan terhadap kandungan protein dalam telur. Jadi setap kali makan makanan yang mengandung telur masuk kedalam sistem pencernaan, tubuh mengangap protein ini berbahaya.

Sistem kekebalan tubuh merespon dengan cara menciptakan antibodi yang berfungsi untuk melawan “penyerang’. Antibodi ini disebut immunoglobulin E (lgE) dapat memicu pelepasan bahan kimia kedalam tubuh, salah satunya adalah histamin.

Jadi, ketika anak alergi telur makan makanan yang mengadung telur, sistem kekebalan tubuh akan melepaskan bahan kimia untuk melindungi tubuh. Pelepasan bahan kimia ini dapat mempengaruhi sistem pernapasan, saluran pencernaan, kulit dan sistem kardiovaskular yang dapat menyebabkan gejala alergi seperti bersin, mual, sakit kepala, sakit perut dan gatal-gatal.

Kebanyakan orang alergi telur beraksi terhadap protein yang ada dalam putih telur, tetapi beberapa orang tidak bisa mentolelir protein dalam kuning telur. Alergi telur biasanya pertama kali muncul ketika masih anak-anak.

Reaksi alergi telur biasanya terjadi dalam beberapa menit sampai beberapa jam setelah makan telur. Kebanyakan reaksi alergi yang kurang dari satu hari dapat mempengaruhi tiga sistem tubuh;

1. Kulit – Ruam, eksim, kulit kemerahan dan bengkak di sekitar mulut.

2. Saluran pencernaan – kram perut, diare, mual dan muntah.

3. Saluran pernapasan – pilek, gatal, mata berair, bersin, dan dapat memicu asma.

Pada umumnya anak yang alergi telur mempunyai rekasi seperti diatas, tetapi mungkin juga ada yang mengalami reksi sangat kuat yang disebut dengan anafilaksis. Reaksi alergi yang parah ini dapat menyebabkan pembengkakan pada mulut, tenggorokan dan saluran pernapasan paru-paru sehingga dapat menyebabkan sulit bernapas. Selain itu ada juga rekasi alergi lainnya seperti tekanan darah menurun yang dapat menyebabkan anak pusin atau pingsan.

Diagnosis Alergi Telur

Jika dokter mencurigai anak Anda mengalami alergi telur, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk konsultasi degan seorang ahli alergi untuk diagnosis lebih lanjut. Spesialis alergi akan meminta informasi seperti, seberapa sering anak mengalami reaksi alergi, jangka waktu alergi setelah makan.

Spesialis alergi dapat menjalankan tes kulit. Tes ini menggunakan ekstrak cair dari protein telur dan diteteskan pada lengan anak untuk melihat reaksi alergi.

Mengatasi Anak Alergi Telur

Mengobati alergi terlu pada anak tampaknya sederhana, Anda hanya perlu memastikan anak tidak makan telur. Namun ada begitu banyak makanan mengandung telur yang sulit untuk di ketahui kadar protein telurnya. Pertimbanglan konsultasi dengan ahli diet untuk membuat rencana menu makanan yang dapat menyediakan semua nutrisi untuk anak tanpa makanan yang terbuat dari telur.

Jika anak Anda menderita alergi telur parah, mungkin dokter menyarnkan Anda untuk membawa suntikan epinephrine untuk digunakan dalam kondisi darurat.

Ketika anak Anda tidak sengaja makan makanan yang mengandung telur dan mulai mengalami gejala alergi yang serius seperti pembengkakan didalam mulut, nyeri dada atau kesulitan bernapas, langsung berikan suntikan epinephrine untuk melawan reaksi alergi dan bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan bantuan medis lebih lanjut.

Cara terbaik untuk memastikan makanan bebas dari telur adalah selalu membaca label makanan. Dan untuk memastikan makanan anak Anda bebas telur, Anda harus waspada terhadap setiap bahan makanan yang mungkin terbuat dari telur. Itu berarti selalu mengajukan pertanyaan ketika makan di restoran.

Cara Alami Atasi Sakit Gigi Pada Ibu Hamil