Insomnia Pada Anak – Penyebab & Cara Mengatasinya

Insomnia Pada Anak – Image credit : FreeDigitalPhotos.net

Mengenali gejala insomnia pada anak mungkin sulit, mengingat sifat pola tidur yang beragam pada anak-anak. Dua indikator utama insomnia pada anak dan orang dewasa adalah sulit tidur dan ketidakmampuan untuk tetap tertidur.

Berbaring terjaga selama berjam-jam, badan berpaling ke kiri dan ke kanan, tiba-tiba bangun (kadang-kadang beberapa kali semalam) dan tidak mampu kembali tidur ini semua merupakan gejala insomnia.

Penyebab Insomania Pada Anak

Penyebab insomnia dapat bervariasi tergantung pada usia anak, lingkungan, dan kebutuhan tidur anak. Namun, dibawah ini adalah penyebab insomnia paling umum, yang sering terlihat pada anak yang mengalami insomnia.

  • Kebiasaan Tidur yang Buruk

Untuk bayi dan anak kecil, tidak memiliki waktu tidur yang teratur, perubahan dalam rutinitas, terlalu distimulasi di malam hari, semua ini dapat berkontribusi menyebabkan insomnia.

Pada anak yang lebih tua dan remaja, penyebab insomnia termasuk, terlambat tidur, gangguan di kamar tidur, mengerjakan PR sampai larut malam, minum minuman berkafein terlalu banyak, dan makan makanan manis atau berlemak di malam hari sebelum tidur.

  • Faktor Fisik dan Emosi

Insomnia pada anak kadang-kadang dapat berhubungan dengan ketidaknyamanan karena sakit pilek, sakit telinga, sakit perut, tumbuh gigi, alergi, dan banyak lagi. Kondisi ini dapat mengganggu anak tidur nyenyak, termasuk juga asma, eksim, mengompol.

Masalah-masalah emosional juga dapat menjadi akar penyebab insomnia pada anak. Pada anak kecil, kecemasan dapat menghambat proses tidur. Pada anak yang lebih tua dan remaja depresi dapat menjadi pemicu insomnia.

  • Lingkungan

Kamar tidur yang terlalu panas atau terlalu dingin, terlalu terang, atau terlalu berisik dapat berkontribusi menyebabkan insomnia pada anak. Hal-hal sederhana lainnya seperti popok basah, piyama yang tidak sesuai, tempat tidur yang kurang nyaman, bisa menghambat tidur malam yang nyenyak.

Mengatasi Insomnia Pada Anak

Tidak ada “satu solusi yang cocok untuk semua” masalah insomnia pada anak. Solusi insomnia untuk bayi yang sedang tumbuh gigi, tentu tidak akan bekerja untuk anak dengan ADHD atau stres masa remaja. Selalu berbicara dengan dokter tentang kebiasaan tidur anak Anda. Selain itu, kegiatan-kegiatan dibawah ini dapat membantu anak untuk tidur dan memiliki kesehatan yang lebih baik.

  • Memperbaiki Kebiasaan tidur

Membiasakan tidur yang teratur, didahului dengan rutinitas atau kegiatan yang menenangkan dapat membantu menyiapkan anak untuk tidur. Ketika rutinitas ini dilakukan berulang-ulang maka akan menjadi kebiasaan, sehingga tubuh anak akan lebih mudah tidur.

Musik lembut, cerita, atau kegiatan menenangkan setelah makan malam dapat membantu anak mudah mengantuk.

Menghindari minuman atau makanan berkafein, gula, dapat mengurangi kemungkinan masalah tidur.

  • Mengobati Masalah Kesehatan

Kondisi kesehatan yang mendasari insomnia pada anak seperti infeksi telinga, asma, atau alergi dapat diobati secara efektif di bawah perawatan dokter. Insomnia pada anak-anak yang disebabkan oleh kondisi ini biasanya sembuh dengan sendirinya.

  • Memperbaiki Lingkungan tidur

Menjadikan kamar tidur anak bernaunsa santai, tanpa godaan dari televisi atau komputer, dapat membantu mengatur panggung untuk tidur malam yang nyenyak.

Menambahkan alat pelembab untuk melembabkan udara yang kering dan menyesuaikan termostat dan tempat tidur sehingga anak tidak terlalu panas atau terlalu dingin, dapat membuat lebih mudah jatuh tertidur dan lebih tahan lama.

Obat sering tidak digunakan untuk mengatasi insomnia pada anak-anak, terutama jika masalah tidur jangka pendek. Bahkan, penelitian telah menunjukkan bahwa teknik perilaku (seperti meningkatkan kebiasaan tidur dan rutinitas) lebih mungkin berhasil dibandingkan pemberian obat.

Obat Pencahar Alami Untuk Anak
Tips Meningkatkan Kesehatan Emosional Anak
loading...